Payakumbuh,netralpost--- Lampu lalu lintas di Kota Payakumbuh telah berusia lebih dari 10 tahun, jika dilihat saja sudah tampak bentuknya yang kolot, ketinggalan zaman, tidak jarang pula karena faktor umurnya sering mengalami kerusakan dan parahnya mengakibatkan lalu lintas jadi semerawut.
Bahkan, sudah banyak pula keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan di Kota Randang perihal traffic light ini, sementara tujuan adanya lampu lalu lintas adalah memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalu lintas dapat terjamin serta mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena perbedaan arus jalan.
"Lampu merah di kota kita kayaknya sudah tua, beda sama yang di kota lain, kadang sering error sendiri, acap kali orang kecelakaan maupun hampir tabrakan dan ini jelas membahayakan," kata Intan, salahsatu warga yang melintas di Jalan Sudirman, Rabu (20/4).
Lain lagi dengan Rafi, yang menilai lalu lintas tanpa traffic light yang kondusif membuat orang jadi tak acuh dengan keselamatan berkendara.
"Selama ini ada timer atau penghitung waktu mundurnya, namun beberapa bulan ini tak ada lagi timer sehingga orang sering menerobos. Kalau bisa kami minta lampu lalu lintas di kota kita diperbaharui lah," kata Rafi.
Fitri, warga lainnya yang suka bepergian ini juga menyampaikan bila memasuki suatu daerah perkotaan, orang tentu akan melihat lampu lalu lintasnya, keberadaan lampu lalu lintas ini umpama mirip sama dengan tugu, menjadi wajah dari tatanan kota.
"Kalau orang masuk kota tentu melihat infrastrukturnya apakah sudah bagus atau belum. Lah indak nakah dicaliak do, masa pedestrian areanya baru sementara lampu lalu lintasnya model lama, harusnya jadi perhatian pemko ini," ungkapnya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat tersebut, media kemudian menemui Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Nofriwandi, di kantornya, Rabu (20/4). Hal ini dibenarkan oleh Mantan Kabag Umum Setdako tersebut, bahwa lampu lalu lintas di Kota Payakumbuh memang banyak yang sudah berumur.
"Saat ini titik yang terpasang ada 15 untuk traffic light dan 12 warning light, totalnya ada 27 titik di sekitaran Kota Payakumbuh," kata Nofriwandi.
Dia juga menerangkan berdasarkan data alat pemberi isyarat lalu lintas itu, ada yang 5 titik dipasang pada tahun 2006, contohnya Simpang Muhammadiyah, Simpang Kasda, Simpang Kaniang Bukik, Simpang Pakan Salasa, dan Simpang Talang. Sementara itu 15 titik lagi, alat pemberi isyarat lalu lintasnya sudah berumur di atas 5 tahun, artinya diadakan di bawah tahun 2015.
Sedangkan, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 tahun 2014 tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pada Pasal 42 ayat 2 tertulis umur teknisnya adalah maksimal 5 tahun. Sementara itu pada pasal 41 ayat 2 tertulis pemeliharaan berkala dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan.
"Selama ini di dinas perhubungan hanya tersedia anggaran pemeliharaan, makanya kita kadang mengganti asesorisnya saja, itupun tidak seluruhnya, seperti mesin controller, lampu aspek, dan instalasi kabel. Kita berharap semoga kedepan kita punya cukup anggaran untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut," pungkasnya didampingi Sekretaris Hadiatul Rahmat. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Pemerintah Kota Payakumbuh mencanangkan Pekan Imunisasi Dunia (PID) dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di halaman Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Selasa (19/4).
Dalam kegiatan itu hadir Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Unsur Forkopimda, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Yuneri Yunirman, Camat, Kabid Kesmas dan P3 Fatma Nelly, kepala puskesmas dan kader promkes se Kota Payakumbuh.
Amriul Dt. Karayiang mengatakan seharusnya 2 tahun terakhir imunisasi yang dilaksanakan lengkap di Kota Payakumbuh, tapi karena Pandemi Covid-19 menjadi terkendala, maka dengan momentum pencanangan hari ini dikejar cepat, bila tidak, dikhawatirkan menjadi masalah pertumbuhan penduduk pada 20 hingga 30 tahun kedepan.
"Bila generasi kita tidak diimunisasi, maka akan menimbulkan dampak negatif, kami menghimbau warga yang punya anak, segera berikan imunisasi, dan kami minta OPD lainnya agar membantu menyukseskan ini," himbau Amriul sekaligus memukul gong pertanda kegiatan bertema "Wujudkan Masa Depan Gemilang Dengan Imunisasi Lengkap” itu dicanangkan.
Sementara itu, Plt. Kadis Kesehatan Yuneri Yunirman mengatakan sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.
Sejarah imunisasi di Indonesia dimulai dengan imunisasi cacar (1956); imunisasi campak (1963); dengan selang waktu yang cukup jauh mulai dilakukan imunisasi BCG untuk tuberculosis (1973); disusul imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil (1974); imunisasi difteri, pertusis, tetanus (DPT) pada bayi (1976); lalu polio (1981); campak (1882); dan hepatitis B (1997); hingga inisiasi imunisasi Haemophilus Influenza tipe B dalam bentuk vaksin pentavalen.
"Hingga saat ini, sejarah terus mencatat upaya Indonesia untuk melindungi generasi bangsanya dari ancaman penyakit berbahaya melalui program imunisasi secara nasional," kata Yuneri.
Ditambahkannya, dalam dua tahun terakhir, sejak dunia terdampak dengan pandemi, pelaksanaan layanan imunisasi cukup mengalami tantangan. Secara global, pada tahun 2020 WHO merilis terdapat 23 juta anak di bawah umur satu tahun yang tidak menerima imunisasi dasar. Ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2009 .
"Begitu juga dengan Kota Payakumbuh juga mengalami hal yang sama dalam capaian cakupan imunisasi, tercatat tahun 2021 masih ada 622 (21,3%) balita yang belum lengkap status imunisasinya. Sedangkan cakupan untuk imunisasi campak dan rubella (MR) bayi tahun 2021 sebanyak 2.265 (77,4%). Untuk tahun 2022 sampai Februari baru tercatat 209 (7,5%) bayi yang terimunisasi MR, sedangkan target untuk bulan Februari itu seharusnya 15,8%," terang Yuneri.
Yuneri berharap dengan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2022 dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan momen yang penting untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kota Payakumbuh pada khususnya, supaya dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dasar lengkap.
"Meski imunisasi telah menurun selama pandemi Covid-19, tapi ini adalah moment yang tepat untuk kegiatan kita mengejar imunisasi lengkap pada balita kita. Yaitu semua balita sudah harus mendapatkan imunisasi lengkap," tukuknya.
Terakhir, Yuneri memaparkan kegiatan ini akan dilaksanakan 2 tahap yakni pada tahap 1 bulan Mei sampai dengan Juni 2022 dan tahap 2 bulan Agustus sampai dengan September 2022. Sasarannya adalah bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 Tahun.
"Untuk itu peran lintas program dan lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada semua pihak, bahwa imunisasi sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap PD3I dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) pada masa yang akan datang, dalam rangka mewujudkan generasi bangsa yang sehat, kuat dan cerdas," pungkasnya. (Yon)
50 Kota,netralpost--Salah satu kunci suksesnya pelaksanaan program/ kegiatan peningkatan infrastruktur fisik yang dilaksanakan pemerintah tak lepas dari dukungan penuh masyarakat. Terlebih terwujudnya infrastruktur fisik bakal berdampak kepada aktivitas perekonomian warga dimana wilayah program/kegiatan itu ditempatkan. Mengingat hal itu, secara khusus Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo menghimbau masyarakat jorong Batua Bauak, Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki menjadi pelopor untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan meredam konflik sehingga kontraktor pelaksana yang ditunjuk pemerintah bisa dengan tenang menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu tersedia. “Mari kita minimalisir konflik terutama antara warga dengan kontraktor pelaksana kegiatan infrastruktur,” papar Bupati Safaruddin.
Hal itu disampaikan Bupati Safaruddin di depan masyarakat yang hadir di Masjid Mukhlisin, Jorong Batu Bauak, Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Sabtu (16/04/2022) saat memimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) I melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan. Turut dalam rombongan Sekretaris Daerah Widya Putra, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Syamsul Mikar, Anggota DPRD Limapuluh Kota Doni Ikhlas, Kepala Dinas Kesehatan Adel Nofiarman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati, Kepala Bapelitbang Aimel Nazra, Kepala Dinas Tanhortbun Witra Porsepwandi, Dirut PDAM Lima Puluh Kota Zulbadri serta Ketua MUI Asrat Chan. Pada kesempatan itu, Bupati Safaruddin bersama rombongan menyerahkan bantuan pemberdayaan masjid kepada Pengurus Masjid Mukhlisin senilai 20 juta rupiah serta bantuan dari Baznas Limapuluh Kota kepada Garin masjid di Nagari Sungai Rimbang.
Lebih jauh, menyinggung manfaat program infrastruktur, Bupati Safaruddin mencontohkan kegiatan normalisasi Batang Sinamar. Pelaksanaan kegiatan ini difasilitasi oleh pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini, tambah Bupati Safaruddin mutlak didukung oleh masyarakat, sebab selain bermanfaat untuk mengendalikan arus Batang Sinamar juga akan memaksimalkan pasokan kebutuhan air mendukung lahan-lahan pertanian masyarakat. Sehingga untuk suksesnya kegiatan tersebut Bupati Safaruddin mengatakan agar warga menghindari konflik yang tidak perlu untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sesuai waktunya. Jika konflik antara masyarakat dan kontraktor pelaksana meluas, justru akan maka akan menghambat pembangunan di Nagari Sungai Rimbang khususnya, Suliki pada umumnya. Cara untuk menuntaskan konflik tersebut urai Bupati Safaruddin adalah meningkatkan komunikasi dua arah intensif antara Wali Nagari/ Wali Jorong dengan kontraktor pelaksanaan di satu sisi serta dengan masyarakat di sisi lain. “Kita harapkan peran aktif Walinagari/ Wali Jorong menjadi penengah dari setiap konflik di masyarakat sehingga setiap masalah yang timbul tidak selalu menuju diselesaikan secara hukum. Sebagai perpanjangan tangan Bupati di nagari, para wali hendaknya mampu menjadi pemimpin dalam setiap penyelesaian masalah serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah kabupaten di nagari masing-masing", tutur Bupati Safaruddin.
Sama halnya dengan putaran Safari Ramadhan Limapuluh Kota 1443 H, selain melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat Suliki, TSR I juga membawa misi dalam menyampaikan program/kegiatan pembangunan yang telah berjalan dan akan berjalan serta menghimpun aspirasi dan keluhan masyarakat untuk mewujudkan Limapuluh Kota yang Madani, Beradat dan Berbudaya dalam kerangka _Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Di Bulan Ramadhan 1443 H dan momentum bakal memasuki lebaran, Anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Fraksi PPP Edward DF bersilaturahmi ke Sekretariat Balai Wartawan Luak Limopuluah, Senin (18/4).
Edward DF disambut oleh anggota Balai Wartawan Arfidel Ilham, Aking, Rahmat Sitepu, Akmal, Toni, Ady, Dadang, Arya, Ichsan, Fajar Sitepu, dan anggota lainnya dari wartawan media cetak, online, tivi, dan radio.
Tokoh yang disebut-sebut punya peluang sebagai Kandidat Calon Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat itu menyampaikan dirinya sudah kangen dengan rekan-rekan wartawan. Pada kesempatan itu, dia juga memaparkan beberapa hal penting terkait tugasnya sebagai wakil rakyat, salahsatunya dia menyentil aksi Tim 7 Kota Payakumbuh yang menertibkan warung kelambu pada siang hari, menurutnya tidak efektif.
"Karena sepanjang warungnya tertutup tidak masalah. Yang masalah itu bila pedagang tidak menghargai orang islam dengan membuka warung dan menjual dagangannya secara terbuka, mohon diperhatikan. Tak apa menyediakan makan minum bagi yang tidak puasa, sepanjang tertutup tidak ada persoalan," kata Edward, Anggota Komisi B itu.
Ditambahkannya, terkait agenda bersama Pemko payakumbuh, seharusnya saat ini telah disampaikan Rekomendasi LKPJ Wali Kota Tahun 2021 dalam rapat paripurna, karena ada sesuatu hal, maka tak bisa dilaksanakan.
"Kami juga berharap media dapat mengawal APBD 2023, kalau bisa sesuai dengan posturnya yang berisi visi misi wali kota, musrenbang, dan pokir dewan," tandasnya.
Terakhir, Edward juga berpesan terkait dengan akan berlangsungnya pemilihan wali nagari (pilwanag) di Kabupaten Limapuluh Kota, dari 79 nagari ada 70 nagari yang melaksanakan, dia meminta wartawan untuk ikut memberi edukasi dan pencerdasan kepada pemilih.
"Boleh bersaing memenangkan kompetitor, tapi siapapun yang terpilih, maka netralitas harus dikedepankan setelah itu," kata Edward.
Di akhiri pertemuan itu, Edward yang juga mantan wartawan senior itu memberikan bingkisan kepada koleganya sebagai apresiasi atas eksistensi media selama ini sebagai pilar demokrasi.
Sementara itu, Wartawan Muda Arya Gusman menyampaikan apresiasi kepada Edward DF yang berkunjung ke balai wartawan sekaligus memberikan saran agar wartawan selalu update akan apa yang dibutuhkan untuk tugas kedepannya.
"Yang datang ini bukan sebagai dewan, tapi beliau adalah seorang wartawan, menjadi bagian dari BW," pungkas Arya yang saat ini maju menjadi Calon Wali Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang. (Yon)
Ditambah lagi akhir-akhir ini di Wilayah Ngalau Indah Khususnya medan nan bapaneh ramai dikunjungi pengunjung khususnya Muda-Mudi bercengkrama dan canda tawa.
Hal ini tentunya tidak menutup kemungkinan bagi Muda-Mudi setempat bahkan sebagian besar dari Daerah-Daerah Tetangga menjadikan kedua lokasi tersebut tempat yang cocok untuk berpacaran.
Kondisi tersebut jelas membuat Satuan Polisi Pamong Praja mengantisipasi secara cepat agar tidak terjadi hal-hal yang diduga akan terjadinya Maksiat di Kota Payakumbuh.
Kasi Pembinaan, Pangawasan, dan Penyuluhan, Shandiko Buana S.STP mengatakan Pada Bulan Ramadhan ini Pengawasan ditingkatkan Dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya.
"Kami Tim Pengawasan dan Informan melakukan pengawasan 24 Jam untuk mengawasi hal-hal yang berindikasi akan melakukan pelanggaran PERDA Kota Payakumbuh khususnya Perda Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Maksiat,"Tegas Shandi
Selain itu, Kasi Operasi dan Pengendalian Bobby Andhika S.Stp juga menyampaikan telah menyiapkan personil untuk melakukan Patroli dan operasi rutin secara berulang ke beberapa titik yang memiliki potensi dijadikan tempat Muda-Mudi tersebut untuk berpacaran.
"Anggota telah kami berikan arahan agar cepat tanggap untuk langsung turun lapangan jika ada informasi dari Tim pangawasan dan masyarakat serta melakukan Patroli secara berulang ke Wilayah Batang Agam dan Ngalau Khususnya,"Ucap Bobby.
Terpisah, Kasat SATPOL-PP dan Damkar Dony Prayuda S.Stp mengatakan kepada awak media, melalui nomor hp mengatakan, peningkatan ini dilaksanakan demi menjaga masyarakat Kota Payakumbuh agar lebih fokus beribadah pada bulan ramadhan.
"Menjaga prilaku seluruh masyarakat Kota Payakumbuh dan yang berkunjung ke Kota Payakumbuh sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, kami juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengatasi serta memberantas penyakit masyarakat dan maksiat, jika masyarakat melihat hal tersebut diharapkan segera melaporkan kepada kami,"tutup Kasat Dony
Hal ini agar menjadi perhatian bersama semua pihak dan semua lapisan masyarakat, agar Kota Payakumbuh bersih dari Maksiat serta bersih dari penyakit masyakat.(Yon)
Hadir dalam kegiatan redaksi media lain yang sengaja diundang seperti masterpeople.id, Ungkapnews.net, Pilarmediatama.com, Zalurtengah.com serta beberapa tokoh dan penggiat media di kota Bandung, dan juga menerima karangan bunga dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Acara dibuka dengan doa oleh Pimpinan redaksi Times Jurnalis Indonesia Agus Jaya Sudrajat, dan dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng serta diakhiri dengan ramah tamah semua jurnalis yang yang hadir di ruangan tersebut.
Dalam sambutanya Agus Jaya Sudrajat mengucapkan syukur atas perjalanan media yang dipimpinannya selama ini, Times Jurnalis Indonesia selain menampilkan informasi - informasi penting dan hangat. Dan juga telah banyak mendapatkan perhatian dari para pejabat baik di kota Bandung, maupun ditingkat nasional.
"Saya bersyukur selama ini kami telah diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT dalam perjalanan ini yang telah mencapai 8 tahun, hingga saat ini para pejabat baik di kota Bandung maupun tingkat nasional telah memberikan perhatiannya pada media kita"
Selain itu, dirinya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena Media Times Jurnalis Indonesia menerima banyak Apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan. Mulai dari Kalangan pemerintah didaerah maupun tingkat nasional. Mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, Dinas Kota dan Provinsi, beberapa Kepala Daerah hingga beberapa Kementerian, BUMN, TNI, POLRI, hingga beberapa tokoh daerah, organisasi masyarakat serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
"Saya sebagai Pimpinan Redaksi beserta seluruh keluarga besar Media Times Jurnalis Indonesia sangat bersyukur kepada Allah SWT yang Maha Baik, dan yang telah melimpahkan Berkahnya kepada kami. Karena NYA lah Media kami menjadi Media yang mampuh bersaing dengan media lainnya, serta jadi Media yang perlu diperhitungkan, juga jadi Media yang bisa diakui dan diterima oleh berbagai kalangan masyarakat beserta berbagai institusi yang ada di Indonesia ini", ujar Agus.
"Semoga Media Times Jurnalis Indonesia kedepannya semakin besar, semakin berjaya, semakin banyak memberikan informasi yang penting dan berbagai manfaat bagi kita semuanya. Dan kami akan tetap konsisten menyajikan informasi - informasi yang sesuai fakta, berimbang dan selalu 'Berani Mengungkap Rahasia dan Fakta' sesuai dengan motto serta sesuai dengan visi, misi dan fungsi kami sebagai social control”, tegasnya.
Agus menambahkan sehari sebelumnya tepatnya pada Sabtu 16 April 2022, Media Times Jurnalis Indonesia juga telah melaksanakan Bhakti Sosial dengan membagikan 150 Nasi Bok untuk berbuka puasa dibawah fly over dijalan Cikapayang Dago kepada masyarakat serta pengendara yang berada diwilayah tersebut.
"Kemarin kita juga telah membagikan 150 nasi bok untuk berbuka puasa bagi masyarakat dijalan Cikapayang wilayah Dago" tambahnya.
Perlu Diketahui Times Jurnalis Indonesia sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang media memiliki media cetak dan media online dengan kantor pusatnya di kota Bandung. ***
50 Kota,netralpost.net -- Keterpaduan program di setiap level pemerintahan adalah mutlak dalam kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota. Maka, Limapuluh Kota siap memaksimalkan realisasi Program Strategis Nasional (PSN) Tol Padang - Pekanbaru yang akan melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota. Kendati PSN Tol Padang - Pekanbaru dinilai bakal memicu pertumbuhan ekonomi wilayah, untuk mencegah disinformasi sangat diperlukan sosialisasi yang intensif agar masyarakat paham secara utuh terhadap tujuan & manfaat jalan tol.
Sikap Kabupaten Limapuluh Kota dalam hubungan program pembangunan antara pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota kembali ditegaskan Bupati Limapuluh Kota di hadapan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldi, ketika menyambut kedatangan Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Masjid Baabunnur Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh pada Jum'at malam (16/04/2022). Kedatangan Tim Safari Ramadhan Sumbar disambut hangat warga Koto Tangah Simalanggang. Bupati Safaruddin, Wakil Gunernur Audy Joinaldy serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Sumbar diantaranya Kepala Dinas Sosial Arry Yuswandi, Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda, Kepala Dinas Kehutanan Yoswansi, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Maswar Dedi, Kepala Dinas Peternakan Erinaldi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Desniarti serta Kepala Dinas Perkimtan Rifda Suriani. Sementara Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo didampingi Kepala Bagian Kesra Usman dan Kepala Bagian Protokoler Roni M.Nur.
Tim Safari Ramadhan Sumbar melalui Wagub Audy Joinaldy menyerahkan bantuan masyarakat Sumatera Barat yang disalurkan melalui Baznas senilai Rp. 50 juta, untuk pembangunan Masjid Baabunnur, Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh. “Visi daerah Limapuluh Kota adalah mewujudkan masyarakat madani, tentu saja ini dikoneksikan tak se tingkat nagari hingga pemerintah pusat agar dapat bersinergi,” ujar Bupati Safaruddin. Hingga dalam keterpaduan kata Bupati juga tercermin pada keselarasan program-program unggulan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten dan Provinsi. “Program-program itu harus sejalan utamanya di beberapa sektor seperti pertanian, pariwisata, serta pembangunan jalan tol yang nantinya berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Bupati Safaruddin.
Untuk itu, Pemeirntah Kabupaten Limapuluh Kota terus menggencarkan komunikasi pembangunan dengan Pemprov Sumatera Barat. Karenanya, Bupati sangat mengapresiasi rencana sinergitas antar provinsi dan kabupaten untuk melakukan sosialisasi yang lebih terarah tentang rencana pembangunan jalan tol pada masyarakat di Limapuluh Kota. “Pada prinsipnya Pemerintah dan segenap warga Limapuluh Kota siap mendukung program nasional ini," tegas Bupati Safaruddin. Bupati Safaruddin berpendapat, dengan adanya sosialisasi tersebut, maka masyarakat akan diberikan pemahaman terkait proyek pembangunan sehingga menjadi lebih jelas dan transparan serta tidak menimbulkan disinformasi di masyarakat nantinya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Audy Joinaldy menyampaikan sektor pariwisata dan pertanian, merupakan dua kekuatan utama penggerak ekonomi di Kabupaten yang berbatas langsung dengan Provinsi Riau itu. Di sektor pariwisata malahan Limapuluh Kota sudah memiliki lebih dari 40 desa wisata. Salah satunya Kampung Adat Sarugo di Nagari Koto Tinggi, Kec. Gunuang Omeh, bahkan telah memenangkan Anugerah Desa Wisata Indonesia pada 2021 lalu. "Limapuluh Kota memiliki potensi luar biasa, selain pariwisata, juga ada jagung, gambir untuk diekspor, dan telur untuk pencegahan stunting. Pemerintah Provinsi juga punya banyak program yang bisa disalurkan. Ada anggaran senilai 82 Milyar yang khusus dialokasikan untuk medukung potensi di Limapuluh Kota," ujarnya. Maka dari itu, Wagub Audy meminta pemerintah daerah bersama masyarakat agar terus menggali potensi yang dimiliki, serta mendukung upaya peningkatan pendapatan daerah. "Kita juga minta dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kab. Limapuluh Kota untuk mendukung upaya peningkatan PAD, salah satunya dengan taat membayar pajak," kata Wagub. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Di sela-sela aktivitasnya memantau pembangunan di Kota Payakumbuh, Wali Kota Riza Falepi menyempatkan diri berkunjung ke lapangan sepak bola berstandar nasional di Kawasan Batang Agam Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Sabtu (16/4).
Terlihat, sejak rampung dibangun pada akhir tahun 2021 lalu, sekarang rumputnya dengan jenis Rumput Bermuda (Scutch grass) atau Cynodon dactylon itu sudah mulai terlihat menghijau dan lapangannya begitu rata, seperti lapangan sepak bola di luar negeri.
"Lapangan kita sudah siap, rencananya Liga Payakumbuh 2022 bakal kita gelar pada pertengahan Juli ini. Kita sudah siapkan dana hibah ke KONI untuk Liga Payakumbuh 2022 ini sebesar 200 juta rupiah," kata Riza Falepi didampingi Kabid Pemuda dan Olahraga Delni Putra.
Wali kota dua periode itu juga mengatakan pertandingan ini akan memakai sistem kompetisi penuh seperti liga Inggris. Rencananya 16 tim/klub yang akan bermain.
"Kalau bisa kita undang tim liga 2 atau liga 1 untuk meresmikan lapagan sepak bola kita yang baru ini," harap Riza.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Payakumbuh Yengki Otrio pasca pelantikan pengurus KONI pada 18 Maret 2022 lalu saat diwawancara wartawan mengatakan ada Askot PSSI yang menjadi leading sektor untuk menggelar Liga Payakumbuh ini, sementara saat ini Askot PSSI sudah habis masa jabatannya.
"Kita akan mendorong secepatnya PSSI melaksanakan Kongres," pungkasnya. (Yon)