50 Kota,netralpost.net —Kepala Dinas Petenakan dan Kesehatan Hewan Limapuluh Kota Devi Kusmira meminta agar para peternak di Kabupaten Limapuluh Kota untuk mewaspadai penyebaran Foot and Mouth Disease (FMD) atau lebih dikenal dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang berkembang di berbagai daerah akhir-akhir ini. PMK merupakan penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan oleh virus tipe A dari Family Picornaviridae genus Apthovirus. Ditambahkannya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Limapuluh Kota telah menyiagakan Tim Respon Cepat, yang akan melakukan surveilans/ monitoring PMK, namun sepanjang Sabtu (13/05/2022) belum ditemukan kasus penyakit ternak dengan gejala mengarah ke PMK.
Selaku daerah sentra produksi ternak besar di Sumatera Barat, tambah Devi, Limapuluh Kota perlu melakukan langkah-langkah antisipasi dini, untuk mencegah PMK masuk ke wilayah kantong-kantong peternakan ternak besar di daerah ini. Berdasarkan data BPS Limapuluh Kota pada tahun 2021, total populasi ternak tercatat 78.442 ekor, tersebar kambing 23.379 ekor, sapi 45.071 ekor dan kerbau 9.992 ekor. Pihaknya kata Devi, semenjak tanggal 13 Mei lalu telah melakukan konsolidasi dengan peternak dan pedagang ternak, menyusul ditemukan indikasi positif PMK di pasar ternak Palangki, Sijunjung. Hasil pertemuan selain menyiapkan edaran pencegahan PMK, melakukan isolasi ternak yang bersumber dari wilayah bermasalah, juga menyiagakan dokter hewan/ petugas kesehatan hewan di sejumlah kecamatan untuk menerima laporan, terutama jika ditemukan gejala mengarah PMK seperti demam tinggi/ panas pada hewan. Agar kesiapsiagaan memantau kemungkinan penyebaran PMK di Kabupaten Limapuluh Kota, Kepala Disnakkeswan Devi meminta kerja sama semua pihak, seperti petugas vetriner/ kesehatan hewan, penyuluh peternakan, peternak dan dukungan dari pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari. “Kita sudah siagakan seluruh petugas kesehatan untuk memantau PMK, jika ada kasus mengarah penyakit ini, kita sudah sebarluaskan jalur komunikasi, kontak masing -masing petugas kesehatan, agar ini bisa kita tanggulangi sedini mungkin,” ujar Kadisnakkeswan Devi kepada Tim Diskominfo.
Sementara itu, untuk mewaspadai ancaman penyebaran PMK, Kota Payakumbuh telah menutup sementara pasar ternak penerbitan Surat Pemberitahuan Wali Kota Payakumbuh Nomor 579/719/Diperta-Pyk-2022 tentang pemberitahuan penutupan sementara pasar ternak yang berada di Kelurahan Koto Baru Kecamatan Payakumbuh Timur tersebut Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 559/EDIGSB 2022, Tanggal 12 Mei 2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan terhadap Ancaman Masuk dan Menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke dalam Wilayah Sumatera Barat.Menerangkan, tentang PMK, Kadisnakkeswan mengatakan penyakit ini menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Penyakit ini menyebar dengan cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi. Tanda klinis yang terlihat pada hewan yang tertular antara lain demam tinggi, hipersalivasi, sebagian ada lepuh di lidah dan rongga mulut, pincang, luka pada kaki diakhiri dengan lepasnya kuku pada sapi, sulit berdiri, dan menular sangat cepat dalam satu kawanan kandang. “Jika ada tanda-tanda klinis pada hewan seperti segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat,” ujar Kadis Nakeswan Devi. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Pemerintah Kota Payakumbuh terpaksa harus menutup Pasar Ternak Kota Payakumbuh untuk sementara waktu hingga pemberitahuan selanjutnya. Hal ini disebabkan oleh telah ditemukannya kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Pasar Ternak Palangki, Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat serta untuk menghindari meluasnya kasus penyakit tersebut.
Wali Kota Riza Falepi mengeluarkan Surat Pemberitahuan Wali Kota Payakumbuh Nomor 579/719/Diperta-Pyk-2022 tentang pemberitahuan penutupan sementara pasar ternak yang berada di Kelurahan Koto Baru Kecamatan Payakumbuh Timur tersebut Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 559/EDIGSB 2022, Tanggal 12 Mei 2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan terhadap Ancaman Masuk dan Menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke dalam Wilayah Sumatera Barat.
"Betul, kita menutup sementara Pasar Tetnak untuk menghindari meluasnya kasus penyakit tersebut, untuk sementara waktu Pasar Ternak Kota Payakumbuh terhitung mulai tanggal 15 Mei 2022 diitutup sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra didampingi Kabid Pertanian Sujarmen saat diwawancara media, Sabtu (14/5).
Ditambahkan Depi, terkait penutupan sementara pasar ternak Payakumbuh, pihaknya di perintahkan wali kota untuk bekerjasama dengan bantuan polres Payakumbuh dan Pol PP untuk membentuk Gugus tugas penanganan wabah PMK dengan membentuk Unit respon Cepat (URC) dan posko pengendalian dan penangulangan Penyakit mulut dan kuku (PMK) karena indikasi penyakit ternak yang sudah menyebar.
"Untuk melaksanakan pencegahan terhadap sapi yang sudah ada saat ini sebagai stock untuk kita di Payakumbuh dan perlu sosialisasi ke lapangan serta menyemprotkan langsung ke lokasi peternakan sapi H. Endi Dt. Majo Lobiah di Kecamatan Latina. Kita bergerak cepat untuk mengatisipasi agar tidak terjadi penyebaran, karena di sini belum ada vaksin untuk ternak yang terkontaminasi oleh penyakit tersebut serta menugaskan dokter hewan untuk melakukan pengawasan terhadap ternak yang diperjualbelikan di pasar ternak," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi saat ditemui di kediamannya menyampaikan rasa khawatir terhadap penyebaran penyakit menular hewan ternak ini. Dia menghimbau warga Kota Payakunbuh, Luak Limopuluah dan Sumbar agar berhati-hati melakukan penjagaan terhadap hewan ternaknya.
"Jaga hewan ternak kita dari penyakit dan interaksinya dengan hewan lain. Penyakit ini hampir mirip dengan Covid-19, dimana virus menyebar melalui aerosol atau udara. Pastikan konsultasi juga dengan dinas terkait di daerah, sehingga ada jalan keluar. Selamat bekerja selemat berjuang, semoga ternak kita selalu terjaga," himbau Riza didampingi Kabid Humas Rudi Arnel. (Yon)
Payakumbuh,netralpost---- Upacara bendera memperingati hari pendidikan nasional tahun 2022 berlangsung khidmat di halaman kantor wali kota, Jumat (13/5).
Bertindak sebagai Pembina Upacara Wali Kota Riza Falepi yang diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda, dan dihadiri oleh Unsur Forkopimda, serta diikuti oleh insan pendidikan se Kota Payakumbuh. Tampak, Kabid PTK Disdik Danil Defo bertindak sebagai Pemimpin Upacara bendera yang diikuti oleh ASN, guru, serta siswa sekolah dengan berbagai kostum baju adat daerah itu, lalu juga ada arak-arakan keliling kota.
Sekretaris Daerah Rida Ananda menyampaikan senada dengan pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yang menyatakan selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, mungkin tidak pernah membayangkan bahwa semua pihak dapat mengatasinya.
"Hari ini, saudara-saudariku, adalah bukti. Bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan. Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar benama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia," kata Sekda Rida Ananda.
Rida juga menambahkan kalau Kurikulum Merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.
"Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena Asesmen Nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk "menghukum" guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar; supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan," terang Sekda.
Ditambahkan Sekda Rida, kalau semangat yang sama juga sudah didengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka. Itu semua berkat kegigihan bangsa ini untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia.
Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan. Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20," jelasnya.
Terakhir, Rida menyampaikan tahun ini bangsa Indonesia membuktikan diri bahwa mereka tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.
"Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar. Selamat Hari Pendidikan Nasional," tukuknya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Dasril saat diwawancara usai upacara bendera mengatakan menyambut Kurikulum Merdeka ini, Kota Payakumbuh bergerak, di masa pandemi memang aktifitas terbatas, tapi itu yang membuat pembelajaran menarik dan semakin berprestasi karena banyaknya inovasi.
"Dasril menambahkan, di Kota Payakumbuh ada 4 kebijakan strategis yang dilaksanakan seperti menyukseskan kurikulum merdeka dimana sudah 100 persen pada tahun 2022 ini, sekolah di jenjang SD/SMP dan kesetaraan melaksanakannya, lalu ada program guru penggerak, sekolah penggerak, dan literasi numerasi dan karakter.
"Progres guru penggerak sudah melewati tahap seleksi awal, untuk proses seleksi tahap lanjutan banyak yang lulus dari kita. Sementara itu sekolab penggerak sedang proses seleksi tahap 2 karena Payakumbuh baru terbuka ruangnya pada tahun 2022. Yang paling penting sekali adalah kita sudah mendaftarkan ke mendikbud, sekolah yang sudah kurikulum belajar merdeka," kata Dasril.
Sesuai dengan amanat Wali Kota Riza Falepi, Dasril mengoptimalkan pemanfaatan IT, sosialisasi sudah dialksanakan kepada guru di setiap sekolah. Bahkan, sadana dan prasarana pendukungmya Kementerian sudah menyediakan bantuan TIK dan Pemko mengcover jaringan internet ke sekolah.
"Narasumber kompeten dihadirkan melatih guru-guru kita. Sekarang kita berusaha agar pendidikan berkontribusi untuk pemuluhan pasca pandemi dan pendidikan karakter dan akademis kita alhamdulillah masih yang terbaik, insan pendidikan kita banyak meraih penghargaan hingga ke tingkat nasional," pungkasnya. (Yon)
50 Kota,netralpost—Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan dunia pendidikan nasional, dalam momentum Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei, yang ditetapkan berdasarkan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara selama dua tahun terakhir menghadapi banyak sekali tantangan. Bahkan, tantangan berupa Pandemi Covid-19, tak terbayangkan selama ini, berkat kerja sama segenap pemangku kepentingan dengan penerapan kurikulum merdeka, segenap kendala penyelenggaraan pendidikan nasional dapat diatasi.
Demikian rangkuman sambutan tertulis Mendikbudristek yang dibacakan Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin dt Bandaro Rajo saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022 tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota yang dilaksanakan di lapangan SMP N 1 Kecamatan Guguak, Jumat (13/5).
“Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kurikulum merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia” ujar Bupati Safaruddin mengutip sambutan Mendikbudristek.
Kurikulum merdeka, ujar Menteri Nadiem Makarim pada sambutan tertulisnya, menyebabkan anak-anak peserta didik, tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid. Asesmen lebih berfungsi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif.
Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang sebelumnya direncanakan terlaksana pada 2 Mei 2022 itu, namun pada tahun ini berbarengan dengan hari raya idul Fitri 1443 H, sehingga dilaksanakan pada, Jumat (13/05/2022). Dalam upacara yang berlangsung khidmat itu, tampak hadir pada kesempatan itu Ketua TP-PKK Lima Puluh Kota, Ny. Nevy Safaruddin, Sekda Lima Puluh Kota, Widya Putra, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Lima Puluh Kota dan unsur Forkopimda. Sementara peserta upacara adalah insan ‘Tut Wuri Handayani’ terdiri dari guru, murid SMA, murid SMP dan murid SD di Kecamatan tersebut.
Pada bagian lain, saat membacakan sambutan Bupati Safaruddin mengatakan, Pandemi Covid-19 juga berdampak di sektor budaya, namun semangat yang sama juga sudah ditunjukkan oleh para seniman dan pelaku budaya. Sekarang, aktivitas kebudayaan sudah mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka.
“Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia,” demikian Bupati Safaruddin mengutip sambutan Mendikbudristek.
Seiring dengan upaya mengatasi tantangan, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan memajukan kebudayaan. Perubahan positif yang diusung itu, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensial Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.
“Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” tutupnya.
Selepas pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional Bupati Safaruddin berkesempatan menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 5 orang Guru di Kabupaten Lima Puluh Kota serta peresmian ruang literasi SMP N 1 Kecamatan Guguak oleh Safaruddin. (Yon)
*SERAHKAN 675 SK CPNS DAN PPPK, INI PESAN BUPATI SAFARUDDIN*
50 Kota,netralpost.net-
“Suatu keberhasilan tergantung kepada kemampuan dan kemauan dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas yang diberikan,” tegas Bupati Safaruddin, dalam sambutannya saat memimpin upacara penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan CPNS dan PPPK yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Bupati Limapuluh Kota, di Sarilamak, Harau, Rabu (11/05/2022).
Tampak hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Widya Putra, para Asisten Setda Limapuluh Kota dan sejumlah kepala
perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
Upacara penyerahan SK, meski di bawah teriknya matahari berlangsung khidmat. Upacara itu juga dihadiri keluarga dan sanak saudara para peserta yang datangberamai-ramai menyaksikan momen penting tersebut. Secara simbolis Bupati Safaruddin menyerahkan SK pengangkatan secara langsung kepada 12 orang perwakilan CPNS dan PPPK.
Bupati Safaruddin menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada panitia penyelenggara seleksi aparatur sipil negara (ASN) formasi tahun 2021, yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Seterusnya ia menegaskan kepada para ASN untuk mewujudkan reformasi birokrasi seutuhnya di Limapuluh Kota dengan inovasi,wawasan luas dan mampu berkolaborasi dengan komitmen tinggi dalam mengemban tugas. "Buktikan bahwa saudara mampu bekerja profesional dilandasi kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota", tutur Bupati Safaruddin. Bupati juga mengingatkan kepada para ASN untuk bertanggung jawab atas kepercayaan serta amanah yang diberikan melalui dedikasi dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas sehingga kehadiran saudara memberi makna bagi pemerintah daerah. "Saya berharap saudara mampu memberikan kontribusi yang positif pada bidangnya masing-masing serta bersinergi, saling bahu membahu untuk suksesnya program dan kegiatan pada masing-masing perangkat daerah demi mewujudkan Limapuluh Kota yang Madani, beradat dan berbudaya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Limapuluh Kota, Aneta Budi menyampaikan setelah melalui seleksi Administrasi, seleksi kompetensi dasar dan kompetensi bidang, sebanyak 409 orang dinyatakan lulus dari 15.212 orang yang mengikuti seleksi. Sementara itu untuk P3K, proses seleksi dimulai dari administrasi, seleksi kompetensi dan wawancara yang dilaksanakan oleh Kemendikbud Ristek dengan metode asesmen nasional berbasis komputer dengan total peserta yang lulus sebanyak 255 orang untuk PPPK guru dan 11 orang PPPK non guru. Seterusnya ia menyampaikan CPNS dan PPPK tersebut akan ditempatkan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dengan catatan minimal 10 tahun tidak dibenarkan mengajukan pindah tugas baik antar organisasi dalam daerah maupun keluar dari Kabupaten Limapuluh Kota. (Yon)
Payakumbuh,netralpost-- Wali Kota Riza Falepi, ST, MT, Dt. Rajo Kaampek Suku berharap terus adanya peningkatan kualitas kinerja di lingkungan dinas pendidikan, mengingat perangkat daerah ini menyentuh langsung 2 misinya sebagai kepala daerah.
Adalah misi pertama mewujudkan sumber daya manusia yang handal, sehat, dan kompetitif dan misi kelima mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya, berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK).
"Walaupun masa jabatan wali kota tinggal beberapa bulan lagi, tapi kinerja kita harus terus baik dan meningkat, bekerjalah dengan ikhlas," kata Riza saat acara silaturahmi dengan kepala SD dan SMP di kantor wali kota, Kamis (12/5).
Riza juga menegaskan kepada kepala sekolah adanya kabar miring saat proses peningkatan pembangunan yang penggunaan dana di sekolah, dimana ada oknum-oknum yang mengatasnamakan wali kota untuk meminta-minta uang, Riza menampik kalau itu tidak benar adanya.
"Mohon pihak sekolah untuk tidak melademi dan menanggapi oknum tersebut, yang jelas dalam pelaksanaan kinerja, tingkatkan terus kualitas kerja untuk anak didik kita, generasi penerus yang kita siapkan menjadi pemimpin di masa depan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DR. Dasril menginformasikan besok Jumat 13 Mei 2022 akan dilaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional tahun 2022 di halaman kantor wali kota.
"Meski Hardiknas diperingati tanggal 2 Mei 2022, kita saat itu cuti bersama hari raya idul fitri, makanya baru bisa dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Mei 2022 sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh Mendikbud. Hardiknas tahun ini mengusung tema "Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar"," pungkas kepala dinas satu-satunya bertitel Doktor di Kota Randang itu. (Yon)
50 Kota,netralpost-- Bermaksud melakukan silaturrahmi Idul Fitri 1443 H dengan perangkat daerah, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro kembali menuai kekecewaan karena faktanya ditemukan lagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Limapuluh Kota yang melanggar disiplin jam kerja. Kejadian yang kurang mengenakkan ini disaksikannya pada Dinas Sosial Limapuluh Kota yang berlokasi di Koto Nan IV, Payakumbuh pada Rabu (12/05/2022). Kejengkelan Bupati Safaruddin dengan pelanggaran disiplin di depan mata ini dirasa wajar, setelah sehari sebelumnya pada Selasa (10/05/2022) saat akan bersilaturahmi sekaligus inspeksi mendadak (sidak) ditemukannya hal yang sama pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Untuk itu, kembali Bupati Safaruddin menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh di jajaran Pemkab Limapuluh Kota terhadap disiplin pelaksanaan tugas ASN. Kepada Sekretaris Daerah selaku pimpinan tertinggi ASN, ujar Bupati Safaruddin agar dalam waktu dekat dapat menyusun langkah-langkah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja ASN khususnya disiplin pelaksanaan jam kerja.
“Saya merasa jengkel, masih pukul 14.00 WIB, di kantor hanya tinggal dua orang PNS dan dua orang CPNS, keberadaan pimpinan kantor juga tidak jelas, saya minta hal ini jangan terulang lagi,” ujar Bupati Safaruddin, sembari menyusuri ruang demi ruang di Dinas Sosial yang terlihat nyaris kosong melompong itu.
Dalam kesempatan itu, Bupati dengan serius memperhatikan daftar hadiri pegawai Dinas Sosial, dengan tingkat kehadiran 16 orang dari sebanyak 34 kolom daftar hadir tersedia. Kepada pegawai Dinas Sosial yang hadir di Dinas Sosial saat sidak, Bupati Safaruddin menekankan pentingnya disiplin pelaksanaan ketentuan jam kerja di masing-masing perangkat daerah. Sikap mematuhi disiplin termasuk jam kerja, hendaknya membudaya di kalangan ASN, karena selain menjadi tolok
ukur standar kinerja juga seharusnya menjadi contoh penerapan disiplin di masyarakat, jika hal ini dibiarkan di sisi lain justru akan mempersulit masyarakat yang hendak memperoleh pelayanan.
Di sisi lain, ulas Bupati Safaruddin, jika disiplin ASN mengalami reduksi yang akut, justru akan berdampak kepada gagalnya pencapaian visi dan misi daerah. Terutama dalam misi meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan melakukan reformasi birokrasi seutuhnya. “Bagaimana kita bisa mewujudkan visi dan misi daerah nantinya, jika ASN selaku motor utamanya, kualitas disiplin jauh dari apa yang kita harapkan,” kata Bupati Safaruddin.
Pada bagian lain arahannya di Dinas Sosial, Bupati Safaruddin menyampaikan pentingnya ASN memahami pelaksanaan tugas dan fungsinya serta mengembangkan komunikasi yang kondusif antar bidang tugas, antar pimpinan dengan staf termasuk dengan pemangku kepentingan di luar perangkat daerah. Sesuai tatanan birokrasi pemerintahan, setiap masalah ada pola, alur dan hirarki pembahasan dan pemecahannya, sehingga tidak perlu melibatkan pihak-pihak yang tidak terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah. “Ciptakan komunikasi yang efektif di kantor, laporkan dan diskusikan segenap permasalahan yang terkait dengan pencapaian sasaran kinerja dengan atasan sesuai hirarkhinya,” terang Bupati Safaruddin. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Pemerintah Kota Payakumbuh mengikuti apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara daring dan berpusat di alun-alun Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/5).
Wali Kota Riza Falepi yang diwakili oleh Staf Ahli Elfriza Zaharman menghadiri kegiatan itu di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) AH Agustion dan OPD lainnya sebagai Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) seperti Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUPR, dan Dinas LH, serta Tim Pendamping Keluarga se Kota Payakumbuh.
Elfriza Zaharman yang merupakan Wakil Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh tetap berkomitmen mempercepat penurunan stunting, walaupun kota ini bukan lokus stunting.
"Alhamdulillah di kota kita tak ada anak yang tumbuh kembangnya bermasalah, apabila ada yang beresiko stunting kita langsung intervensi melalui tim. Apalagi kita mendapat dukungan dari stakeholder terkait dan PKK mendukung penuh di lapangan," kata wanita yang akrab disapa Cece itu.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB AH. Agustion mengatakan SK tim pendamping ini sudah keluar sejak awal tahun 2022, tugas mereka di kelurahan untuk membantu pendataan keluarga beresiko stunting, lalu mendampingi, memberikan masukan, memonitor, dan membina supaya tidak ada bertambah kasus stunting maupun resiko stunting di masyarakat.
"Kita di OPD hanya terkait dengan pencegahan, sementara, apabila sudah ada yang mengalami stunting, maka itu sudah menjadi kewenangan dinas kesehatan. Jadi kita banyak melakukan koordinasi," kata Agustion.
Mantan Kadis Pendidikan itu juga menambahkan resiko stunting bisa dialami oleh siapa saja, bahkan bayi sehat memiliki resiko bila gizinya tidak diperhatikan. Untuk itu dia menghimbau masyarakat agar jangan lengah dan anggap sepele dengan asupan gizi anak, karena hari ini sehat besok belum tentu.
"Ada banyak resiko stunting yang bisa saja terjadi bila orang tua tidak memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Makanya nanti tim pendamping akan memantau dan membina apabila ditemukan kasus di lapangan. Kami harap masyarakat bisa terbuka saat tim pendamping mendatangi rumahnya, karena ini demi baiknya tumbuh kembang anak-anak generasi penerus di kota kita," terangnya.
Senada, Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Yunimar alias Amak juga menambahkan BKKBN telah mencanangkan program ini pada pertengahan tahun 2021. Tim pendamping keluarga terdiri dari Kader PKK, KB, dan Bidan se Kota Payakumbuh, jumlahnya sekitar 276 orang dengan 92 kelompok, 1 kelompok berisi 3 orang.
"Program ini sangat kita dukung karena juga sejalan dengan Visi-Misi Wali Kota 2017-2022 nomor 1 yakni mewujudkan sumber daya manusia yang handal, sehat, dan kompetitif. Jauh sebelum ini upaya mencegah stunting telah kita laksanakan dengan program-program strategis bersama stake holder terkait, apalagi Ketua TP-PKK Henny Riza Falepi begitu gigih untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga masyarakat di Kota Payakumbuh," pungkasnya. (Yon)
Payakumbuh,netralpost--- Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Payakumbuh menindaklanjuti surat aduan dari salah satu masyarakat terkait dengan dugaan skandal perselingkungan pasangannya dengan oknum Anggota DPRD Kota Payakumbuh.
Rapat yang berlangsung di gedung DPRD tersebut pada Selasa (10/5), dipimpin oleh Ketua BK DPRD Suparman dari Fraksi PKS, anggota Edward DF dari Fraksi PPP, dan pejabat di Sekretariat Dewan, sementara itu salah satu anggota BK Fahlevi Mazni dari Fraksi Demokrat tidak tampak hadir.
Usai rapat, kepada media Edward DF mengatakan tugas dari Badan Kehormatan adalah memantau dan melakukan evaluasi berkaitan dengan kode etik dan juga menyikapi adanya pelanggaran kode etik para wakil rakyat.
"Terkait dengan skandal yang berkaitan dengan moral ini, kami akan menindaklanjutinya dengan menyelesaikan suatu permasalahan yang ada secara internal terlebih dahulu," kata Edward.
Sementara itu, Ketua BK Suparman menyampaikan untuk menentukan langkah ke depannya sesuai dengan yang diatur dalam peraturan DPRD yang mengatur tentang Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD.
"BK diberi kewenangan oleh Peraturan Perundang-Undangan untuk menyelesaikan persoaolan tersebut. Nanti kami akan meminta keterangan pada pihak terkait untuk memperoleh informasi berkaitan dengan permasalahan ini. Pihak yang akan kita hubungi nantinya tentunya pelapor. Dan selanjutnya kita akan memintai keterangan dari terlapor," ujarnya.
Suparman menambahkan, pihaknya tidak ingin aduan dari masyarakat tidak ditindaklanjuti.
"Kita harus memprosesnya sesuai dengan aturan yg berlaku. Yang jelas secara internal BK kami sudah memutuskan agar permasalahan ini akan kita tindak lanjuti. Berkaitan dengan apa bentuk keputusan Badan kehormatan tentu akan kita lihat perkembangan dan hasil pemeriksaan dari berbagai pihak. Kami berharap bahwa masyarakat dan pihak-pihak terkait bersabar untuk menunggu tahapan proses selanjutnya," pungkasnya. (Yon)
50 Kota,netralpost- Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro kecewa berat menemui fakta masih ada Aparatur Sipil Negara (ASN) Limapuluh Kota yang bermain-main dengan disiplin jam kerja pada perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, pasca pelaksanaan Cuti Bersama Idul Fitri 1443 H. Lemahnya disiplin ASN, ditemukan Bupati Safaruddin saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Limapuluh Kota di Tanjung Pati, Harau, Selasa (10/05/2022). Untuk itu, Bupati Safaruddin menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah dalam waktu dekat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja ASN khususnya disiplin pelaksanaan jam kerja di jajaran perangkat daerah Pemkab Limapuluh Kota.
“Saya kecewa melihat kondisi ini, masih jam kerja, dari 28 ASN, masih jam kerja pukul 15.00 Wib, yang masih di kantor hanya satu orang, saya minta jangan main-main dengan disiplin kerja,” ujar Bupati Safaruddin, yang tak dapat menyimpan raut wajah kecewa saat sidak di kantor DPPKBP3A.
Lebih lanjut Bupati Safaruddin mengatakan pasca Cuti Bersama 1443 H, semestinya ASN sudah melaksanakan kerja sesuai ketentuan, terlebih tugas-tugas selaku pelayanan masyarakat. Bahkan, tak mesti harus berpatokan kepada cuti bersama, sikap mematuhi disiplin termasuk jam kerja, hendaknya menjadi standar kinerja yang mesti dicamkan oleh segenap ASN Pemkab Limapuluh Kota. Terlebih ASN kata Bupati seharusnya menjadi contoh penerapan disiplin di masyarakat, jika hal ini dibiarkan di sisi lain justru akan mempersulit masyarakat yang hendak memperoleh pelayanan. Untuk itu, kepada Sekretaris Daerah selaku pimpinan tertinggi ASN oleh Bupati diinstruksikan Bupati Safaruddin untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan disiplin ASN di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota.
“Saya instruksikan Sekda untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan disiplin jam kerja di perangkat daerah, bahkan hendaknya ke depan Sekda secara berkala memonitor langsung disiplin ASN di masing-masing perangkat daerah,”tegas Bupati Safaruddin.
Dalam lanjutan sidak di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Limapuluh Kota sekitar pukul 16.00 Wib, kekecewaan Bupati Safaruddin agak bisa terobati, karena pelayanan ASN Disdukcapil kepada masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan masih berjalan normal. Tingkat kehadiran ASN masih terbilang tinggi. Dalam arahannya di depan ASN dan honorer Disdukcapil yang berjumlah total 63 orang, Bupati Safaruddin menegaskan kembali arti penting disiplin ASN dalam rangka menunjang kinerja institusi terlebih perangkat daerah yang berperan secara langsung melayani masyakat. “Patuhi saja seluruh disiplin ASN yang sudah jelas ada ketentuannya, ciptakan suasana yang kondusif di kantor, sehingga kita bisa maksimal melayani masyarakat,” terang Bupati Safaruddin. (Yon)