Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 Perjuangkan Jembatan di Labuah Gunuang,  Wirman Datuak Pangeran Gandeng Dinas PU Survey ke Lokasi





50 KOTA,netralpost--- Pembangunan infrastruktur jembatan yang ada di Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban jadi prioritas Pemerintah Daerah terutama Dinas Pekerjaan Umum untuk anggaran 2023 mendatang.


Jembatan kayu yang kini sudah reok, lapuk tersebut bakal diganti dengan jembatan yang lebih kuat. Hal itu mengingat, jembatan yang dibangun pasca galodo 2010 silam itu merupakan akses penghubung utama bagi warga di lereng Gunuang Marapi tersebut. Ribuan orang dan ratusan kendaraan hilir mudik melintasi jembatan tersebut.


Diprioritaskannya pembangunan jembatan kayu itu, berkat usaha anggota DPRD Limapuluh Kota Wirman Datuak Pangeran yang terus memperjuangkan pembangunan demi kelancaran dan keamanan transportasi warganya.


Pada Senin (31/1) siang, politisi PPP itu memboyong Dinas PUPR ke lokasi jembatan yang reok tersebut.


"Beginilah kondisi jembatan Pak Kadis. Mohon jembatan Lareh Nan Panjang ini diprioritaskan," ujar Wirman kepada Plt Kepala Dinas PUPR Hanif di Nagari Labuah Gunuang.


Dihadapan puluhan warga yang sudah menunggu kedatangan Dinas PUPR,  Wirman serta  Camat Lareh Sago Halaban berharap jembatan kayu tersebut diganti dengan jembatan permanen.


Sedangkan Kepala Dinas PUPR Hanif mengatakan, akan menurunkan tim teknis secepat mungkin untuk melakukan survey serta kajian teknis untuk pembangunan jembatan tersebut.


"Jembatan ini jadi prioritas kami Dinas PUPR. Besok atau dalam waktu dekat ini tim teknis akan ke lokasi untuk melakukan survey. Mudah-mudahan di anggaran perubahan jembatan dibangun atau pada APBD 2023 mendatang," ujar Hanif.



Puluhan warga yang hadir di sekitar lokasi, merasa senang ada perhatian dari pemerintah daerah. Apalagi jadi prioritas dalam pembangunan Limapuluh Kota. (Yon)




Payakumbuh,netralpost-- Setahun sudah berlalu, usai peletakan batu pertama pembangunannya pada 5 Februari 2021 lalu, kini telah berdiri dengan megah Mesjid Al Hidayah Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat yang diresmikan oleh Wali Kota Riza Falepi, Rabu (2/2).


Peresmian mesjid yang berdiri di sebelah Gedung Fakultas Pertanian itu dihadiri oleh Pimpinan Muhammadiyah, Ketua DPRD Hamdi Agus, Kepala DP3AP2KB AH Agustion, Kabag Kesra Irwan Suwandi, Camat Payakumbuh Barat Ul Fahri, Lurah Bulakan Balai Kandi, Eki, Rektor Riki Saputra dan jajaran, serta H. Hendri dan Hj. Asweti yang telah mewakafkan hartanya untuk membangun mesjid di kampus III Bukittinggi dan Kampus IV Payakumbuh. Serta Ketua Pengurus Mesjid Muslim yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh.


Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Mesjid Alhidayah Muslim menyampaikan mesjid ini memiliki keistimewaan bangunan yang megah seluas 400m² dan dikelilingi taman yang indah dengan luasnya 1320m². Lokasinya strategis, mudah dijangkau dari segala arah, berada di antara dua kelurahan, yakni Tanjuang Godang Sungai Pinago dan Bulakan Balai Kandi serta berada di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah.


"Terkait kepengurusan, telah diundang masyarakat setempat, disepakati struktur pengurus mesjid dan sudah ditetapkan dengan SK Rektor Nomor 910 pada 19 Agustus 2021 lalu. Setelah pengurus mesjid terbentuk, lalu diurus legal formalnya, ditandai dengan keluarnya SK wako nomor 451.8/502/WK-PYK/2021 pada September 2021. Kami pengurus mesjid dan masyarakat mengapresiasi wako, rektor, pemberi wakaf, dan seluruh pihak atas terwujudnya mesjid nan cantik untuk umat ini," ujarnya.


Sementara itu, Rektor UM Sumbar Riki Saputra menyampaikan berkat kemurahan hati dan kemuliaan jiwa pemberi wakaf, sekarang ada 2 mesjid baru di UM Sumbar. Pihaknya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena bagi UM Sumbar secara pragmatis akrediatasi, mesjid di lingkungan kampus memperkuat adanya pemeringkatan atau ranking kampus, karena salahsatu indikatornya adalah kelengkapan sarana dan prasarana.


"Semoga keberkahan dan pahala dilimpahkan Allah, murah rezeki dan selalu diberikan kesehatan. UM punya filosofi nilai humanis dan religius. Keberadaan mesjid ini tentu memberikan manfaat bagi keluarga kampus dan masyarakat sekitar, bagaimana tak hanya cerdas berfikir, namun jauh dari itu, juga cerdas spiritualnya melalui usaha kampus Muhammadiyah tak hanya dari lokal belajar saja, tapi memanfaatkan rumah ibadah yang ada di kampus," terang Riki.


Hal senada juga diungkapkan Wali Kota Riza Falepi yang mengatakan kebutuhan mesjid di Kota Payakumbuh masih tinggi, nampak dari setiap dilaksanakan Salat Jumat jemaahnya membludak hingga ke luar mesjid.


"Semoga Mesjid Agung Kota Payakumbuh yang lokasi pembangunannya sudah kita siapkan dan juga telah dikunjungi oleh Duta Besar Arab Saudi nantinya jadi dibangun. Semoga doa dan iktiar kita diijabah oleh Allah SWT," harapnya.


Wako dua periode itu menyampaikan apresiasi kepada H. Hendri dan Hj. Asweti yang telah mewakafkan hartanya untuk membangun mesjid Kota Payakumbuh, bertambah jumlah rumah ibadah di Kota Randang, apalagi ini berada di lingkungan universitas.


"Harusnya tanggung jawab kami membangun mesjid ini," kata Riza.


Ditambahkannya, untuk tumbuh dengan baik, kota ini butuh excellent center, yakni perguruan tinggi, sehingga nanti banyak industri yang bisa berkembang, seperti industri pertanian. Dia punya harapan membangun Kota Payakumbuh tak hanya di satu titik saja, tapi berkelanjutan dan roadmap yang baik sudah dibuatkan.


"Untuk mewujudkan itu, tempat membangun mentalitas akademisi itu di mesjid. Tanpa tumpuannya mesjid, sebuah pusat akademis akan sulit untuk membina masyarakat. Mengapa cina maju? Mereka punya semangat bagian dari budayanya, sementara kita juga sudah punya yakni adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," kata Riza.


Riza menyebut, masalah mental ini masih banyak ditemui, bagaimana orang beragama tapi tak tau substansinya beragama. Tak ada hasil baik tanpa kesungguhan, pemikiran siang malam menghadirkan kesuksesan bagi masyarakat.


"Kami sampaikan apresiasi kepada hamba Allah yang telah mewakafkan hartanya untuk membangun mesjid di lingkungan kampus. Biasonyo kito buek rumah ibadah katidiang bajalan, itu lamo," kata Riza.


Terakhir, Riza mengajak seluruh pihak untuk bergerak sembari memikirkan bagaimana Kota Payakumbuh maju, bagaimana membangun hubungan kolaborasi menghadirkan nilai tambah, menghadirkan pertumbuhan lain di Kota Pauakumbuh.


"Kita memimpikan punya universitas yang bisa bersaing dengan daerah lain. Kita terus berfikir bagaimana tetap maju dengan sumber daya manusia yang punya produktivitas dan kreativitas yang tinggi, akan mendatangkan kesejahteraan bagi umat," pungkasnya. (Yon)

50 Kota,netralpost


- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh menerima kunjungan kerja dan konsultasi dari Diskominfo Kabupaten Lima Puluh Kota di Aula Kopay, Rabu (02/02).


Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Junaidi beserta jajaran menyambut baik kunjungan tersebut, dan siap untuk memfasilitasi serta membantu dalam pengembangan dan pengelolaan IT di Lima Puluh Kota. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penanda tanganan MoU oleh dua kepala daerah beberapa waktu yang lalu.


"Kalau Diskominfo Lima Puluh Kota butuh bantuan, kita siap menurunkan tim ahli untuk membantu demi kemajuan kedua daerah dalam hal IT ini," kata Kadiskominfo Junaidi kepada media.


"Dengan pertemuan kita kali ini banyak kolaborasi yang dapat kita kerjasamakan seperti IT dan kehumasan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Luak Limo Puluah," tambahnya.


Sementara itu Kadiskominfo Kabupaten Lima Puluh Kota Eki H. Purnama mengatakan dengan kunjungan hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam peningkatan pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di Lima Puluh Kota.


"Kami ingin menyempurnakan dalam pengimplementasian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ini," ucapnya.


Maka dari itu Kadiskominfo Lima Puluh Kota mengharapkan dukungan dari Kominfo Kota Payakumbuh bisa memberikan bimbingan untuk mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik tersebut.


"Harapan kita Kominfo Kota Payakumbuh bisa memberikan ruang kepada kami untuk belajar disini dalam pemanfaatan dan pengoptimalan IT ini," ujarnya.


Dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lima Puluh Kota Eki H. Purnama didampingi oleh Sekretaris, Kabid Komunikasi Publik, Kabid Aptika beserta jajaran lainnya. (Yon)





Payakumbuh,netralpost--- Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus menyampaikan turut berbahagia dengan sebuah mesjid telah berdiri megah di lingkungan Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Nagari Koto Nan Ompek.


Pembangunan Mesjid Alhidayah itu merupakan wakaf dari Hamba Allah H. Hendri dan Hj. Asweti, bersamaan dengan pembangunan mesjid di Kampus III UM Sumbar di Kota Bukittinggi.


"Selamat kepada UM Sumbar atas berdirinya rumah ibadah yang megah, mewah, dan sejuk. Semoga dengan meningkatnya sarana dan prasarana di kampus, semakin mantap membangun kecerdasan akademis dan spiritual generasi muda kita," kata Hamdi.


Kepada donatur, Hamdi menyampaikan apresiasi karena mesjid ini tak hanya akan memberikan manfaat bagi lingkungan kampus saja, bahkan juga kepada masyarakat di dua kelurahan dan sekitarnya.


"Mesjid ini berada di perbatasan Kelurahan Bulakan Balai Kandi dan Tanjuang Godang Sungai Pinago, juga dekat sekali dengan kantor DPRD, nanti bisa lah kami anggota dewan nompang salat disini, apalagi buat Salat Jumat," ujarnya.


Peresmian mesjid itu turut dihadiri Wali Kota Riza Falepi, Pimpinan Muhammadiyah, Rektor Riki Saputra, Kepala OPD, camat, lurah, pengurus mesjid, dan tokoh masyarakat setempat. (Yon)




Payakumbuh,netralpost— Persiapkan lomba Sumdarsin untuk Sekolah Dasar (SD) se-Kota Payakumbuh yang akan dihelat pada tanggal 7-17 Februari 2022 mendatang, Pemko Payakumbuh menggelar rapat koordinasi di Aula Pertemuan Ngalau Indah lantai III Kantor wali kota, Senin (31/1).


Dipimpin langsung oleh Wali Kota Riza Falepi, rakor tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Payakumbuh AKBP. Alex Prawira, Danramil 01/Payakumbuh Mayor Inf. Suherman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten I bidang pemerintahan dan kesra Dafrul Pasi serta Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Elzadaswarman serta seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas se-Kota Payakumbuh .


Diawal sambutannya Wali Kota Riza Falepi menyampaikan jika saat ini capaian vaksinasi covid-19 Kota Payakumbuh sudah baik, dimana untuk dosis satu sudah mencapai 92,9 persen dan 62,5 persen untuk dosis duanya.


“Alhamdulilah, dengan sudah banyak nya warga yang vaksin ini semoga kota Payakumbuh akan mencapai Herd Immunity,” ucap Riza sambil diamini oleh seluruh peserta rapat yang hadir.


Disampaikan Riza bahwa Sumdarsin untuk anak usia 6-11 tahun ini merupakan cara agar tercapainya Herd Immunity untuk anak sehingga kegiatan dan aktivitas belajar mengajar dapat berjalan seperti sediakala.


Terkait pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun ini, Wali Kota dua periode itu meminta kepada seluruh stakeholder untuk dapat mensukseskan dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


“Sumdarsin bagi anak ini nantinya tentu akan menjadi hal baru bagi kita dalam pelaksanaannya, dimana kita (panitia pelaksana) semua harus bisa memberikan pelayanan yang maksimal agar anak kita ini merasa nyaman saat melakukan vaksinasi covid-19 ini,” pinta Riza.


Ditambahkannya, "Bagi sekolah yang mampu mencapai target vaksinasi yang ditetapkan, maka sekolah ini akan kita (Pemko Payakumbuh) berikan bantuan untuk penunjang sarana dan prasarana bagi sekolah tersebut,“ ungkap Riza semangat.


Sementara itu, Kapolres Payakumbuh AKBP. Alex Prawira menyebut saat warga Kota Payakumbuh yang belum melakukan vaksinasi covid-19 untuk dosis kedua sebanyak 29.382 orang.


"Saat ini kita harus memaksimalkan pemberian dosis dua bagi masyarakat kita yang belum menerima. Kita harapkan tim vaksinator bisa terus menyisir warga kita yang belum divaksin dosis kedua,” kata Kapolres tersebut.


Terkait lomba Sumdarsin anak usia 6-11 tahun ini, Alex turut mengatakan jika seluruh instansi agar dapat turun langsung untuk mensosialisasikan dan mengajak kepada orang tua murid akan pentingnya vaksinasi tersebut.


“Dengan demikian minimal setiap hari kita bisa memberikan vaksin kepada 500 anak perharinya, dan bahkan kalo bisa 1000 orang,” ungkap Alex.


Alex mengungkapkan saat ini posisi Provinsi Sumatra Barat di tingkat nasional berada di ranking 24 dari 34 Provinsi dalam capaian vaksinasi covid-19, diharapkan dengan Sundarsin anak ini posisi Sumbar bisa masuk 10 besar.


"Makanya kita harus bekerja ekstra agar anak di Provinsi Sumbar terutama di Kota Payakumbuh memiliki anti bodi yang kuat kedepannya,” kata Alex kepada seluruh peserta yang hadir.


Senada dengan Kapolres, Danramil 01/Payakumbuh Mayor Inf. Suherman mengatakan komitmennya dan dukungan untuk mensukseskan lomba Sumdarsin bagi anak usia 6-11 tahun di kota Payakumbuh.


“Kami akan menurunkan seluruh personel agar lomba Sumdarsin bagi anak usia 6-11 tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Suherman.


Dan sebelum rapat berakhir, Walikota Riza Falepi menghimbau kepada seluruh peserta rapat yang hadir agar turut aktif dalam memberikan info-info kepada masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19.


"Mari kita semua sampaikan info data yang ril dan benar dalam mensukseskan vaksinasi covid-19 ini, jangan sampai ada info palsu (hoax) yang muncul ke permukaan yang akan dapat memicu gejolak dan kekacauan di tengah masyarakat kita nantinya,” tutup Riza. (Yon)




Payakumbuh,netralpost --- Peresmian musala, penyerahan hadiah lomba, dan pemberian beasiswa kepada anak sekolah mengisi puncak peringatan hari lahir Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) yang berlangsung di halaman kantor camat setempat, Senin (31/1).


Setiap tanggal 24 Desember diperingati sebagai hari jadi kecamatan yang telah genap berumur 13 tahun ini. Kemeriahan hari jadi Latina diisi dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan di tiga nagari dan 6 kelurahan. Terakhir, dengan peresmian Musala Al Jannah (Kubang Canduang) yang berada di lahan kantor camat oleh Wali Kota Riza Falepi. Musala ini sudah selesai dikerjakan pada tahun 2021 dengan anggaran 188 juta rupiah.


Turut hadir anggota DPRD Syafrizal, Mawi Etek Arianto Dt. Majo Nan Kuniang, dan Edward DF, lalu Kepala OPD, Camat Diki Engla Mardianto, camat dan lurah se Kota Payakumbuh, Ketua LKAAM Latina A. Dt. Parpatiah, Ketua KAN Sungai Durian IR Dt. Panghulu Sati, Ketua KAN Parambahan W Dt. Tama Rajo, dan Ketua KAN Koto Panjang EN Dt. Majo Lobiah Nan Putiah, Ketua Bundo Kanduang Kecamatan Latina Nuraini, serta Bundo Kanduang 3 Nagari bersama tokoh masyarakat setempat.


Wali Kota Riza Falepi dalam arahannya menyampaikan meski usia Kecamatan Latina yang masih muda, namun sudah mampu menyejajarkan posisi dengan daerah lain.  Pemko Payakumbuh akan terus melanjutkan pembangunan di Latina, termasuk kebutuhan infrastruktur agar daerah menjadi semakin baik.


"Mudah-mudahan di hari jadi Latina ke 13 ini berimpahlah keberkahan bagi semua orang," kata Riza.


Wali kota dua periode itu menambahkan, Kota Payakumbuh rasa badunsanaknya tinggi, Dia meminta agar terus dibangun komunikasi dan koordinasi, silaturahmi terjaga dan harmonisnya kehidupan bermasyarakat.


"Keakraban kita jaga, hal-hal yang menjadi pembawaan kita sejak dahulu tetap terjaga. Lamposi adalah representasi tradisi yang masih terjaga dengan baik karena masyarakatnya homogen," ujarnya.


Riza berharap kedepan Latina bisa lebih maju dari sisi pertaniannya, karena disini lahan masih luas. Riza mengajak seluruh pihak untuk berfikir jauh bagaimana cara bertani yang lebih baik dan produktif.


"Kita merasa kesulitan karena harga pupuk yang mahal, maka perlu ada cara lain kedepan yang bisa kita fikirkan dan cari jalan keluarnya," kata Riza.


Terkait masa jabatan Riza yang tinggal beberapa bulan lagi, Riza mengakui masih ada beberapa pekerjaan yang tertinggal, Dia meminta maaf sekitanya ada harapan yang belum terwujudkan, semoga nanti di masa wali kota yang baru akan terpenuhi karena Kota Payakumbuh dibangun dengan uang yang kecil, jadi harus diangsur-angsur.


"Kami akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga nagari kita terus menjadi nagari yang aman dan damai, kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah, nagari ini adalah nagari orang yang soleh, menghasilkan ulama, qori, ustaz, dan ini akan terus berlanjut kedepannya," kata Riza.


Terkahir, wali kota yang hobi menamam pohon itu berpesan agar di lingkungan kantor camat ditanami pohon pelindung dan pohon buah produktif supaya sejuk dan asri.


Sementara itu, Ketua Panitia Ulang Tahun Kecamatan Latina ke 13 JI Dt. Asa Batuah diwakili oleh Wakil Ketua Panitia Syafrizal memaparkan peringatan HUT Latina dimeriahkan dengan lomba olahraga, sosial budaya, dan agama dengan dana swadaya masyarakat Latina dan donatur, acara ini dimulai pada awal Desember.


Ada sepak takraw, turnamen bulu tangkis, sepak bola, volley ball, tabigh akbar, lomba membuat dan peragaan takuluak kompong di berbagai kelurahan. Juga ada kegiatan kolosal barolek batogak panghulu di Koto Panjang dan khatam alquran di Sungai Durian.


"HUT Latina ke 13, ketiga nagari barolek godang," ujarnya.


Syafrizal menambahkan, bila Mesjid Agung King Salman bakal dibangun di Koto Nan Ompek, maka di Latina sudah selesai dibangun musala yang representatif dan cukup megah.


"Dubes Arab Saudi sudah datang melihat lahan pembangunan mesjid agungnya, proposal dari wali kota kita semoga secepatnya diproses Raja Salman. Mari kita mendoakan kiranya mesjid yang kita idamkan segera dimulai pembangunannya, semoga dilancarkan," kata Syafrizal.


Tokoh masyarakat Latina sekaligus Ketua KAN Sungai Durian IR Dt. Panghulu Sati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat atas suksesnya pelaksanaan perayaan HUT Latina ke 13. Dirinya menyampaikan harapan kedepannya Pemko Payakumbuh bisa melengkapi bangunan kantor camat, mulai dari gudang, tempat kerja, dan beberpaa renovasi yang dibutuhkan kantor ini.


"Tahun ini dan tahun depan, nagari lain berniat melangsungkan batogak panghulu, sama dengan Nagari Koto Panjang dengan pembiayaan dibantu oleh Pemko Payakumbuh," ujarnya.


Ditambahkan Dt. Panghulu Sati, di samping kantor camat ada tanah wakaf 1000 m² yang akan dihibahkan kepada Pemko Payakumbuh untuk membangun PAUD baru di Sungai Durian. Nantinya persyaratan adminsitrasi akan dipenuhi. Di samping itu juga sudah ada lahan untuk membangun kantor lurah Sungai Durian yang baru.


Dari sisi Camat Diki Engla Mardianto dalam sambutannya menyampaikan sudah 2 tahun perayaan HUT Latina ini tak terselenggara karena dilanda pandemi Covid-19. Dalam mempersiapkan acara ini camat meminta pandangan, arahan, dan bimbingan dari Ketua LKAAM, KAN, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan tokoh masyarakat, ternyata mereka mendukung sepenuhnya perhelatan akbar tersebut.


"Di usia Latina ke 13 tahun, ada 13 cabang lomba yang diselenggarkaan, ada lomba olahraga, sosial budaya, dan agama, hingga melaksanakan gotong royong di berbagai kelurahan. Hari ini juga dilaksanakan penyerahan beasiswa anak-anak SLTA dari lembaga kesejahteraan sosial Peti Bunian Lamposi," ungkapnya.


Ditambahkan Diki, dengan telah selesainya seluruh rangkaian kegiatan memperingati HUT Kecamatan Latina yang ke 13 tahin ini, camat menghimbau masyarakat agar menjadikannya sebagai momentum meningkatkan persatuan dan rasa gotongroyong bersama.


"Kami juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat bahu-membahu bersama pemerintah untuk menyukseskan setiap pembangunan di berbagai bidang," tukuknya.


Terakhir, Anggota DPRD Mawi Etek Arianto menyampaikan sejak dibentuk pada 13 tahun silam, Latina mengejar ketertinggalannya hingga bisa sejajar dengan kecamatan lain. Dirinya dan warga Latina merasakan betul bagaimana pembangunan infrastruktur dikebut oleh Wako Riza Falepi di Latina.


"Patut kita catutkan kepada nama Bapak Pembangunan Latina kepada Wali Kota Riza Falepi atas dedikasinya untuk kemajuan Latina. Kedepan Latina kita harapkan unggul dan bisa bersaing dengan kecamatan lain. Pesan kami mari tingkatkan kebersamaan ini," ungkapnya. (Yon)

50 Kota,netralpost---U


sai membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lareh Sago Halaban, Bupati dengan mengajak sejumlah kepada dinas sempat berkeliling selatan Limapuluh Kota itu.


Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Puskesmas Pakan Rabaa. Disana, kedatangan orang nomor satu tersebut sudah ditunggu petugas kesehatan dari perawat, bidan, dokter serta Kepala Puskesmas Pakaan Rabaa.


Bupati juga sempat mencek sekeliling puskesmas terutama dengan kondisi ruangan serta gedung pusat kesehatan bagi warga Lareh Sago Halaban tersebut.


“Infrastruktur Puskesmas ini perlu ditingkatkan. Karena, masyarakat ramai yang berobat kesini. Ruangan ditambah dan fasilitas lain juga dibenahi,” ujar Bupati Safaruddin.


Bupati juga sempat menanyakan status kepemilikan tanah serta kapasitas lahan yang dimiliki Puskesmas Pakan Rabaa.


“Kalau lahan masih kurang untuk pengembangan gedung, kedepannya perlu diperluas,” ujar Bupati.


Kunjungan Bupati tersebut, didampingi anggota DPRD Limapuluh Kota Fraksi PPP Wirman Datuak Pangeran. (Yon)


 50 Kota,netralpost---


Warga Jorong Talang, Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka sengaja meninggalkan rumah dan pekerjaan mereka demi menghadiri acara peresmian jembatan di daerah setempat.


Kehadiran warga tersebut tak lain karena sangat merasa bersyukur, jembatan permanen di nagari setempat selesai dibangun. Malahan diresmikan langsung oleh Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo pada Selasa (1/2) pagi.


“Kami hadir karena sangat senang dan bersyukur. Jembatan yang selama kami dampakan sudah terwujud. Karena itu kami secara sukarela ikut datang ke peresmian jembatan,” ujar sejumlah warga Jorong Talang.


Saat peresmian jembatan tersebut, ada ribuan warga. Dari anak-anak hingga orang tua. Menurut warga lain, acara peresmian jembatan tersebut dilakukan seharian penuh. Mulai dari acara seremoni hingga acara seni budaya dan hiburan sampai malamnya.


Untuk peresmian jembatan tersebut tak hanya melibatkan warga Talang Maua saja, melainkan perantau ikut berpartisipasi untuk menyukseskan peresmain sebagai rasa bersyukur.


Saat peresmain jembatan tersebut, hadir Ketua DPRD Deni Asra, anggota DPRD Alia Effendi Plt Kepala Dinas PUPR Hanif serta sejumlah pejabat lainnya. Jembatan tersebut dikerjakan oleh CV Sarana Konstruksi dengan pagu dana sebesar Rp 2,3 Miliar.


Jembatan yang diresmian itu, merupakan penghubung antara Mungka-Maek, sekaligus urat nadi bagi warga Talang Maua. “Mudah-mudahan jembatan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Safaruddin. (Yon)




Payakumbuh,netralpost --- Musala Al Jannah (Kubang Canduang) yang berada di halaman kantor Camat Lamposi Tigo Nagori (Latina) merupakan salahsatu dari sekian banyak musala yang pembangunannya dimotori dan dibantu oleh Anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Partai Bulan Bintang (PBB).


Bertepatan pada puncak peringatan hari lahir Kecamatan Latina ke 13, musala yang selesai dibangun dengan anggaran sekitar 180 Juta rupiah pada tahun 2021 itu diresmikan oleh Wali Kota Riza Falepi bersama tokoh masyarakat setempat, Senin (31/1).


Syafrizal kepada media menjelaskan sudah ada belasan musala dan masjid yang telah dibangun dari awal maupun untuk di rehab, tersebar di Kecamatan Lamposi dan Kecamatan Payakumbuh Utara.


Untuk musala di lingkungan sekolah dan kantor pemerintahan Syafrizal bisa membantunya melalui dana pokir, sementara musala yang berada di lingkungan masyarakat dimotori oleh Syafrizal untuk menggalang dana secara swadaya.


"Setiap tahun minimal kita mengalokasikan Pokir untuk pembangunan musala di sekolah maupun di kantor pemerintahan. Ini sesuai dengan instruksi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra agar setiap dewan di daerah membantu pembangunan musala melalui dana pokir, minimal 1 unit pertahun," ujarnya.


Syafrizal mengaku sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajibannya untuk membantu rumah ibadah, bantuan itu bisa berupa doa, usaha, dan melalui amanah yang diembannya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) 2 Kota Payakumbuh. Tak disia-siakan Syafrizal aspirasi yang didapatnya saat reses dan permintaan dari masyarakat saat musrenbang, ini dipenuhinya satu-persatu dari tahun ketahun.


"Memakmurkan rumah ibadah untuk kesejahteraan umat adalah ibadah, amanah dari masyarakat kepada saya harus saya jalankan semaksimal mungkin," tukuk anggota dewan tiga periode itu.


Sementara itu, Tokoh Masyarakat Latina JI Dt. Asa Batuah saat diwawancara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat Syafrizal yang begitu besar untuk membangun rumah ibadah di Kota Payakumbuh, khususnya Kecamatan Latina.


"Luar biasa, harapan masyarakat terus diwujudkan oleh wakil rakyat kami, kedepan dengan adanya anggota DPRD, kita bisa terus memajukan Latina. Kami sudah merasakan punya 2 anggota DPRD dari Lamposi dan nampak perubahannya. Yang jelas niniak mamak mendukung, KAN 3 Nagori sangat mengapresiasi, khususnya kepada anggtoa DPRD dan wali kota," ujarnya.


Ucapan senada juga terlontar dari Ketua Bundo Kanduang Latina Bundo Nuraini, yang mengatakan sejak awal dilantik sebagai anggota DPRD Syafrizal langsung menjemput aspirasi masyarakat dengan sigap.


"Tak hanya rumah ibadah saja, pembangunan pagar sekolah juga diperhatikannya, bahkan kebutuhan petani buat pembangunan nagari. Makanya dia bisa terpilih lagu menjadi anggota DPRD selama 3 periode hingga kini. Syafrizal itu sosoknya baik, rendah tinggi hati, dan ramah dengan masyarakat," pungkasnya. (Yon)




Payakumbuh,netralpost--- Komisi A DPRD Kota Payakumbuh melaksanakan rapat kerja dengan Badan Pertanahan negara (BPN) di ruang rapat komisi A DPRD Kota Payakumbuh, Senin (31/1).


Rapat dipimpin Ketua Komisi A Sri Joko Purwanto didampingi Koordinator Armen Faindal, Sekretaris Zainir, dan anggota seperti Aprizal, dan Alhudri, sementara itu dari BPN hadir Eka Marwahyuni Wira dan Rahmi Beladina.


Ketua Komisi A Sri Joko Purwanto mengatakan Komisi A memiliki berbagai mitra kerja salah satunya adalah BPN. Komisi A belum pernah melakukan rapat kerja dengan BPN dan ingin mengetahui bagaimana program program BPN yang selalu bersentuhan dengan masyarakat terutama dalam urusan pertanahan.


"Berkaitan dengan tanah konsolidasi sampai saat ini masih menyisakan berbagai permasalahan dan berbagai persolan. Untuk proses balik nama pertanahan terkesan lama jadi kami butuh penjelasan mengenai hal ini, bagaimana yang sebenanrnya terjadi," kata Sri Joko langsung kepada inti rapat.


Kemudian, Anggota Komisi A Alhudri menyebut program PTSL sangat menguntungkan karena biaya murah, proses cepat. Namun berkaitan dengan tanah pusako tinggi sudah banyak disertifikatkan, secara adatnya tentu pusako tinggi tidak dibolehkan untuk diatasnamakan oleh satu orang saja. 


"Berkaitan dengan pengalihan nama sertipikat, kami ingin menanyakan bagaimana prosesnya?" kata Alhudri.


Lalu, Zainir menanyakan bagaimana proses tanah KTP perkembangannya, bagaimana alas hak pada masyarakat memprosesnya, sementara terkadang pola pikir masyarakat pada umumnya mereka malas mengurus sertifikat karena prosesnya berbelit-belit.


Dari sisi Koordinator Komisi A Armen Faindal menyampaikan program BPN sudah sangat banyak memudahkan dan sangat membantu masyarakat. Hak tanah yang merupakan hak pakai. Apakah tidak ada persetujuan tanah sepadan dalam proses penerbitan sertipikat?


Terakhir, Aprizal menyebut berkaitan dengan tanah yayasan banyak terjadi penyalahgunaan ketika yayasan tidak lagi berfungsi. Biasanya akan menjadi dan diambil oleh orang secara pribadi. 


"Kami berharap ini tidak terjadi, jangan sampai merugikan masyarakat," ujarnya.


Komisi A mendapatkan jawaban terkait pertanyaan kepada pihak BPN. Perwakilan Kantor BPN Kota Payakumbuh Eka Marwahyuni Wira memberikan keterangan terkait dengan proses pertanahan berupa sertifikat, sebetulnya sudah sangat cepat karena BPN sudah mempunyai SOP dan sangat memperhatikan terhadap standar yang ditetapkan.


"Kita saat ini tidak lagi menjadi bendahara penerimaan, pemohon langsung ke Bank. BPN tidak lagi menerima uang secara langsung. Yang dibayar oleh pemohon yang langsung ke BPN adalah biaya turun lapangan untuk pengukuran," ujarnya.


Terkait pertanyaan Alhudri, Eka menyampaikan banyak kendala yang ditemui di masyarakat berkaitan dengan proses sertifikat tanah. 


"Kita tidak bisa mengenyampingkan kearifan lokal, dan cara yang kita lakukan adalah dengan selalu melibatkan KAN sebagai orang yang tau dengan adat. Berkaitan dengan PTSL yang merupakan tanah pusako tinggi dapat dibuatkan sertifikatnya. Dalam sertifikat tersebut akan dibunyikan kedudukannya sesuai dengan ranji yang dimiliki tanpa merugikan masyarakat atau kaum adatnya. Kita harus membuat keterangan ahli waris dan proses lain sesuai dengan peraturan perundang undangan," jelas Eka.


Terkait dengan pertanyaan Zainir, Eka menjelaskan program konsolidasi telah ada upaya tindak lanjutnya dengan membuat Keputusan Wali Kota berkaitan dengan penyelesaian tanah konsolidasi.


"Program PTSL adalah program yang lebih mudah dan proses cepatnya. Namanya langsung pada pembeli dan tidak bolak balik. Berkaitan dengan biaya untuk KAN masih dapat dipungut sepanjang memang ada aturan yang mengikatnya di nagari tersebut. Berkaitan dengan tanda tangan memang harus kita tandatangani dan tidak dapat diwakilkan," tandas Eka.


Kemudian, menjawab pertanyaan Koordinator Komisi A Armen Faindal, Eka menyebut hak pakai adalah tanah untuk instansi pemerintah. Dalam mengukur tanah sebelum mengeluarkan sertipikat memang harus perlu garis sempadan tidak bisa tanpa.


"Ada perbedaan antara pemindahtanganan tanah di Riau dan di Sumbar. Karena memang ada keunikan di Sumbar. Terkait pertanyaan Komisi A selain dari jual beli, sebaiknya warga langsung datang ke BPN. Karena BPN dapat langsung diproses tanpa harus melibatkan Notaris," pungkasnya. (Yon)




Payakumbuh,netralpost --- Komisi C DPRD Kota Payakumbuh melaksanakan dengar pendapat atau hearing dengan Dewan Pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Payakumbuh di ruang rapat komisi C, Senin (31/1).


Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi C Mesrawati, Sekretaris Syafrizal, serta anggota, Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah, Ismet Harius dan Suparman, sementara itu rombongan PGRI hadir Ketua Syafwan  bersama guru se Kota Payakumbuh.


Mesrawati dalam sambutannya menyampaikan Komisi C yang mitra kerjanya adalah dinas pendidikan ingin mendengar aspirasi dari tenaga pendidik di Kota Payakumbuh, apa saja keluhan mereka, termasuk kekurangan yang masih ada di sekolah.


"Saya sendiri adalah mantan kepala sekolah, saya sudah berkecimpung di dunia pendidikan, sedikit banyaknya sudah mengetahui permasalahan tenaga pendidik, tetapi kali ini bersama kawan-kawan DPRD Komisi C kami ingin langsung bertatap muka dengan guru dari berbagai sekolah," kata politikus PAN itu.


Mengawali saran dan masukannya, Ketua PGRI Syafwan menyampaikan kepada wakil rakyat agar memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang berada di pinggiran kota, jangan fokus kepada sekolah yang berada di dekat pusat kota saja.


Kemudian, terkait dengan kesejahteraan penjaga sekolah agar honor mereka bisa ditingkatkan serta perhatikan juga guru di sekolah swasta yang sudah top dan memiliki high budget, namun kesejahteraannya masih terasa kurang.


Guru-guru dari sekolah SD juga memberi masukan agar dibuatkan peraturan daerah terkait menghidupkan kembali pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM).


Dari guru SMA/SMK juga ada masukan meski SLTA dan SLB sudah berada di bawah kewenangan provinsi, mereka berharap Pemko Payakumbuh masih bisa melibatkan sekolah mereka dalam kegiatan. 


"Saat ini di tingkat kota pun jarang digelar iven tingkat pelajar, ini harus ditingkatkan," kata salahsatu guru.


Lalu, Kota Payakumbuh sudah terkenal dengan sebutan Kota Seribu Kafe. Ada keluhan guru yang meminta perlunya dibuat aturan batas jam keluar malam bagi anak usia sekolah di kafe-kafe, kalau perlu dilakukan razia secsra rutin untuk pengawasan dan kontrol terhadap anak usia sekolah.


Pahlawan tanpa tanda jasa ini kebanyakan juga mengeluhkan kepada DPRD kecilnya tunjangan kepala sekolah, guru, penjaga sekolah.


Terkait keamanan siswa, guru juga meminta petugas pengamanan lalu lintas di setiap sekolah untuk pengamanan di pagi hari dan jam pulang sekolah agar tidak terjadi kecelakaan. Sementara itu, guru juga meminta Satpol PP rutin menertibkan siswa yang keluar sekolah di jam pelajaran.


Juga masih masukan yang sama saat rapat dengan Dinas Pendidikan tahun lalu, guru-guru meminta DPRD agar mendorong Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serentak untuk semua sekolah, baik itu negeri, swasta, dan sekolah yang berada di bawah kewenangan kementerian agama, artinya tidak ada yang dahulu mendahului dalam proses rekrutmen siswa baru.


Anggota Komisi C Ismet harius mengatakan DPRD telah mencatat semua masukan dari guru yang hadir dalam rapat, anggota DPRD dari Partai Nasdem itu terenyuh mendapati ternyata masih banyak keluhan dari pendidik di kota ini.


"Kami nanti akan membahasnya dan mencarikan solusi secepatny dalam rapat kerja bersama instansi terkait," kata Ismet.


Di akhir rapat, Mesrawati kepada media mengaku cukup sedih, miris dengan nasib beberapa tenaga pendidik di Kota Payakumbuh. Bahkan, kata Mesrawati, ada guru TK yang menjemput penghargaan tanpa dibiayai pemerintah, malah harus pergi dengan ongkos sendiri, sementara dia telah mengharumkan nama kota ini.


"Yang jelas saran, masukan, dan aspiradi dari tenaga pendidik hari ini adalah hal yang positif kepada kami di DPRD. Apalagi kami melihat keluhan terkait kesejahteraan masih mengapung, DPRD akan mengawal ini," pungkasnya. (Yon)

 


Payakumbuh,netral post---


Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) Kota Payakumbuh gelar musyawarah Anak cabang (Musancab)  untuk memilih kepengurusan Pimpinan Anak Cabang 5 Kecamatan partai berlambang ka'bah itu,  Minggu, (1/2) di Hotel Mangkuto

Pada acara yang dilaksanakan di Hotel Mangkuto Payakumbuh Utara dibuka Ketua DPW Sumbar yang diwakili Sekretaris Mulyadi,dan dihadiri oleh pengurus DPC Kabupaten 50 Kota H.Erizal jalinus Anggota DPRD 50 Kota Fraksi PPP ,serta wakil walikota Erwin Yunaz yang merupakan pengurus Provinsi,fraksi PPP Kota Payakumbuh.serta Ratusan Kader PPP

Ketua DPC PPP Fitra Yanto yang didampingi Sekretaris Dudi Hendra,berharap siapa pun nantinya terpilih sebagai Ketua DPAC PPP perkecamatan  mempunyai Potensial yang berkeinginan untuk kemajuan PPP,karena tujuan  pemilihan Pimpinan Anak Cabang harus   siap menghadapi Konsulidasi Pileg tahun 2024 mendatang dan yang benar bekerja sebagai peserta Pemilu Mendatang

Ketua PPP menabahkan  Musyawarah Anak Cabang dihadiri peserta dari pimpinan anak cabang atau PAC dan setiap wilayah kecamatan sampai Anak Ranting kelurahan

"Musyawarah ini dilakukan dalam rangka membentuk kepengurusan pimpinan anak cabang di setiap kecamatan di Kota Payakumbuh dan DPAC siap untuk mencari kepengurusan sampai Anak Ranting perkelurahan,untuk pencapaian Pimpinan di Legislatif pada Pileg 2024 nanti nya,"kata Fitra Yanto. (Yon).

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.